Analisis Saham AALI
Emiten perkebunan sawit PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memiliki kinerja yang menurun di tahun 2022.
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2022, anak perusahaan Grup Astra ini membukukan laba bersih sebesar Rp1,79 triliun.
Laba bersih ini menyusut -13,32% dari Rp2,06 triliun pada periode yang sama di tahun 2021
Gimana kira-kira prospek saham AALI dan CPO di tahun 2023 ini ??
Grafik harga saham AALI
Harga saham AALI pernah mencapai level tertingginya di area Rp30.000-an pada awal tahun 2008 (udah lama banget ya ini)Â
Setelah itu harga saham AALI turun dan belum pernah mencapai level tertingginya bahkan ketika CPO sedang boomingnya di tahun 2021 kemarin
Di sepanjang tahun 2022, harga saham AALI turun -15,53%.Â

Profil Perusahaan
PT Astra Agro Lestari Tbk (Perseroan) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pertanian.
Awalnya perusahaan ini memiliki perkebunan singkong, kemudian berkembang menjadi perkebunan karet dan perkebunan kelapa sawit.
AALI telah tumbuh menjadi salah satu perkebunan kelapa sawit terbesar dan terkelola terbaik di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi yang mengoperasikan kelapa sawit tertanam dengan total luas 287.604 hektar (hmm setara dengan berapa lapangan bola ya ini)Â
AALI juga melakukan diversifikasi dengan mengembangkan industri hilir yang relevan dengan mengoperasikan kilang minyak sawit.
Produk olahan minyak sawit berupa Olein, Stearin, dan PFAD.
Visi Misi AALI adalah
- Menjadi Perusahaan Agribisnis yang paling Produktif dan paling Inovatif di Dunia.
- Menjadi Panutan dan Berkontribusi untuk Pembangunan serta Kesejahteraan Bangsa.Â

Per akhir Januari 2023, saham AALI mayoritas dipegang oleh PT Astra International Tbk selaku pengendali sebesar 79,7%. Sedangkan 20,3% sisanysa dimiliki oleh publik (kepemilikan di bawah 5%).

Berdasarkan kategori asal SID investornya untuk saham scripless yang diperdagangkan di BEI, terlihat persentase kepemilikan investor lokal sebanyak 68,30%, sedangkan sisanya investor asing 31,70%.Â

Jika dilihat lebih detail lagi, sebagian besar investor lokal yang memegang saham AALI ialah pihak investor individual. Hal ini mengindikasikan bahwa harga saham AALI kemungkinan besar dipengaruhi oleh investor retail. Akan tetapi, cukup sulit rasanya investor retail memiliki tujuan yang sama di saham ini karna setiap orang memiliki kepentingannya masing-masing. Oleh karena itu, jika dilihat dari teori supply and demand, maka saham AALI telah terdistribusikan dari pihak besar ke pihak kecil (investor retail).
Analisis Fundamental

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2022, AALI membukukan pendapatan sebesar Rp21,82 triliun. Pendapatan ini turun -10,25% dari Rp24,32 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Selanjutnya, AALI mencatatkan penurunan beban pokok pendapatan dari Rp19,49 triliun menjadi Rp18 triliun atau turun -7,62%%. Sehingga perusahaan mencatatkan laba bruto sebesar Rp3,82 triliun atau menyusut -20,87% secara tahunan.

Setelah dikurangi berbagai beban yang dapat diefisienkan, AALI mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,79 triliun. Angka ini lebih rendah -13,32% dari Rp2,06 triliun di tahun sebelumnya.

Jika dilihat lebih rinci lagi, penurunan laba bersih perusahaan berawal dari turunnya pendapatan. Berdasarkan produknya, pendapatan dari minyak sawit mentah dan turunannya menurun dari Rp22,02 triliun menjadi Rp19,26 triliun atau turun 10,88%. Selanjutnya dari produk inti sawit dan turunannya juga turun dari Rp 2,20 triliun pada 2021 menjadi Rp 2,18 triliun pada 2022 atau menyusut -0,94%.

Karena AALI merupakan perusahaan sektor agrikultur di mana kinerja keuangan dan saham AALI dipengaruhi oleh harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit.
Sehingga jelas salah satu penyebab menurunnya pendapatan perusahaan di tahun 2022 adalah adanya penurunan harga CPO. Di tahun 2022, harga CPO berawal di 4857 MYR/T dan berakhir di 4174 MYR/T atau turun -14,06%.
Bagaimana estimasi laba dan harga wajar saham AALI? Dilihat dari sisi PER maka estimasinya menjadi sebagai berikut:

Sedangkan, dari sisi PBV maka estimasinya sebagai berikut:

Dengan estimasi PER 9,35 maka harga wajar saham AALI dapat dihargai senilai 7549. Sedangkan dengan estimasi PBV 0,9 maka harga wajar saham AALI dapat dihargai senilai 10525.
Bagaimana prospek kinerja AALI di tahun 2023 menurut para analis?

Jika kita melihat konsensus para analis melalui Stockbit, diketahui bahwa para analis memproyeksikan pendapatan perusahaan di akhir tahun 2023 mencapai Rp23,66 triliun atau berpotensi tumbuh 8,40% dan laba bersih mencapai Rp1,59 triliun atau menyusut -10,94% dibandingkan tahun 2022.Â
Ingat disclaimer ON jadi bukan rekomendasi untuk beli atau sell saham. Lakukan riset terlebih dahulu. Ada yang ingin didiskusikan ?




