Sunday, April 19, 2026
Google search engine
HomeInvestasi10 Pertanyaan yang Wajib Kamu Jawab Sebelum Investasi Saham

10 Pertanyaan yang Wajib Kamu Jawab Sebelum Investasi Saham

Sebagian besar triliuner di seluruh dunia berinvestasi di saham, sebelum kamu memutuskan untuk buy suatu saham . Jawab 10 pertanyaan ini untuk buktiin kalau kamu sudah memilih jenis investasi yang benar 

  1. Apa tujuan kamu ?

Pertanyaan ini sering dilewatkan , padahal  penting untuk tahu apa yang kamu inginkan dalam berinvestasi ?

Investasi untuk tujuan pensiun vs investasi untuk uang muka pembelian rumah akan menghasilkan strategi yang berbeda karena tujuan dan jangka waktunya yang berbeda 

  1. Seperti apa toleransi risiko kamu? 

Jika tujuanmu adalah kaya secepatnya dan seinstan mungkin maka bisa jadi toleransi risiko kamu akan tinggi banget sehingga rawan terjebak dalam investasi bodong Bahkan kamu cenderung menganggap hal-hal yang belum resmi sebagai “investasi” seperti cryptocurrency hal yang wajar. 

Toleransi risiko yang kamu punya harusnya align dengan tujuan dan time framenya. Makin tinggi risiko maka maka tinggi potensial return yang bisa diperoleh 

Makin rendah risiko makin rendah potential return yang bisa didapatkan 

Faktor penting lainnya adalah waktu 

Waktu
Waktu

Makin panjang holding period yang kamu punya makin besar peluang untuk mendapatkan return yang positif. Misal ini nih perbedaan melihat kinerja saham dari periode yang berbeda-beda. 

Ini grafik periode jangka waktu yang panjang 

grafik harga saham BBCA
grafik harga saham BBCA

Ini grafik periode jangka waktu yang pendek dan ambilnya pada saat pandemi awal 2020

Grafik saham bbca ketika pandemi
Grafik saham bbca ketika pandemi
  1. Bagaimana jika saham yang saya punya menjadi nol ????

Di Indonesia batas harga terendah suatu saham adalah Rp 50 per lembar , namun masih ada peluang investasi di saham kamu menjadi tidak bernilai jika emitennya bangkrut. 

Jadi cari cara untuk memitigai risikonya dengan menghindari saham perusahaan yang tidak jelas kinerja keuangannya

  1. Seperti apa time frame investasi kamu ?

Biasanya makin jauh atau lama time frame kamu maka makin bisa kamu menerima risiko 

Alasannya kamu memiliki waktu untuk mengembalikan floating loss yang ada misalnya dengan dollar cost averaging atau memilih berinvestasi di perusahaan yang baru muncul dengan harapan akan menjadi perusahaan besar ketika time frame investasi kamu tercapai 

Semuanya depend dengan kamu 

  1. Kapan dan mengapa kamu akan menjual investasi ini ?

Jika kamu mengetahui alasan mengapa membeli suatu saham, harusnya kamu juga memiliki gambaran mengapa kamu harus menjualnya 

Contohnya ni : 

Jika membeli saham ABCD karena sudah menghitung laba bersihnya seharusnya tumbuh minimal 15% , kamu harus menjual jika target laba bersihnya tidak tercapai dan tidak ada tanda-tanda perusahaan ABCD bakal bangkit kinerjanya 

Atau alasan lainnya jika membeli saham WXYZ karena dividen yieldnya yang tinggi dan ternyata laba bersihnya turun drastis sehingga dividen yang dibagikan juga turun maka bisa jadi itu saatnya untuk jual 

  1. Siapa dibalik saham yang kamu investasikan ?? 

Maksudnya disini adalah manajemennya , direksinya, komisarisnya , grup konglomerasinya ….memang sulit menilai secara kualitatif namun kamu paling tidak bisa menggoogling seperti apa reputasi dan track recordnya , skema kompensasi direksi, apakah foundernya masih ikut menjadi direksi , 

  1. Apakah kamu sudah terdiversifikasi ?

Ada batasan yang jelas antara diversifikasi yang seimbang dan diverisifikasi yang berlebihan 

Idealnya kamu bisa membatasi jumlah portofolio antara 10 – 15 saham saja. Lebih dari ini bisa jadi kamu akan sulit memantau kinerja perusahaannya. 

  1. Apakah ini circle of competence kamu ?? 

Warren Buffet punya istilah ini , Peter Lynch juga setuju. Jadi maksudnya adalah ketika kamu bekerja di suatu industri tertentu kamu menjadi lebih paham tentang industri tersebut .

Gunakan ini sebagai keunggulan kompetitif kamu .. Misal ni saya ex bankers jadi kalau bahas saham perbankan saya merasa lebih paham terkait dengan regulasi yang ada maupun strategi-strategi perbankan serta risiko-risiko yang ada di dunia perbankan. Atau misal kamu bekerja di industri kesehatan sehingga tahu banget ni rumah sakit yang oke itu seperti apa dan yang punya nama baik siapa aja. 

  1. Mengapa kamu masih memiliki investasi tersebut ??

Oke ini lebih ke menilai ulang apakah suatu portofolio yang kamu bentuk sudah sesuai dengan harapan atau target . menilai ulang bisa dilakukan setiap 3 bulan sekali ketika kinerja keuangan perusahaan dipublish namun hal ini akan kembali lagi dengan tujuan, toleransi risiko dan jangka waktu time framenya kamu 

  1. Apakah saya perlu memonitor semuanya sendiri atau serahkan saja ke ahlinya ??

Banyak orang mencoba mengatur semuanya sendiri dan itu sangat diperbolehkan asalkan pemahaman tentang investasi dan keuangan yang dimiliki sudah oke ..misal kenapa ya ketika suku bunga acuan naik obligasi cenderung turun ?? 

Perencanaan Keuangan
Perencanaan Keuangan

Nah kalau kamu merasa ingin menyerahkan saja ke ahlinya juga boleh banget..ada yang memilih untuk membeli reksadana saja dengan alasan sudah ada manajer investasi yang handle. Btw reksadana pun sebenernya kamu memilih juga kan dari ratusan produk reksadana yang ada serta belum tentu juga mengalahkan kinerja pasar..jadi timbang keputusannya dengan baik ya. 

Tapi ada juga yang menggunakan jasa financial planner sehingga investasi kamu dipantau dan diberikan advice sesuai dengan tujuan yang kamu inginkan. 

PintarSaham kebetulan nih ada founder yang memiliki sertifikasi CFP (Certified Financial Planner) yang diakui secara internasional. Jadi silakan hubungi whatsapp MinTar disini 083119181386 untuk bertanya tentang jasa perencanaan keuangan 

Sekali lagi semuanya tergantung kamu dan ingat tidak boleh menitipkan dana investasi ke yang tidak jelas atau belum ada terdaftar dan diawasi oleh OJK maupun Bappebti nya. Disclaimer ON penyebutan kode saham bukan berarti untuk rekomendasi buy, sell atau hold. Semua keputusan investasi ada ditangan investor masing-masing, lakukan Do Your Own Research sebelum memutuskan pembelian suatu aset investasi.  

Semoga cuannn selaluu

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Made Aditya on Saham vs Forex
A yani on Analisa Saham LPPF
Yudistira Indrasmaya Anugerah on 10 Kesalahan Pemula dalam Berinvestasi Saham
marpa on Saham vs Forex
Tyas Dwi Aprilniadi on Saham vs Forex
Asa Uswatun Khasanah on KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia)