Saham Pilihan 2023 ini menggunakan data laporan keuangan 2022 jadi bisa saja pada saat sudah ada update laporan keuangan terbaru misal kuartal 1 2023 maka ada perubahan saham pilihan.
Agar menyesuaikan dengan time frame yang ada dan juga profil risiko kamu.
Perbedaan stock pick harian yang dishare di channel telegram 1 arah dengan saham pilihan ini adalah time framenya.
Di telegram yang dishare adalah berdasarkan teknikal dengan time frame 1 bulan ke depan maksimal sedangkan saham pilihan ini lebih menggunakan fundamental dan time frame 1 tahun ke depan.
Materi juga sudah dishare via email jadi di artikel ini lebih ke penjelasannya dan update dari sisi teknikal.
Kriteria Saham Pilihan
• Dari sisi size
• Dari sisi valuasi lebih murah dibandingkan standar deviasi rata ratanya baik PER dan PBV)
• Dari sisi kinerja keuangan (ROE, NPM, DER, Free Cash Flow) meyakinkan
• Dari sisi ekspektasi kinerja di masa depan ada pertumbuhan
• Dari sisi pertumbuhan laba bersih dibandingkan secara YoY
Saham pilihan 2023 :
- ANTM (PT Aneka Tambang, Tbk)
Pertumbuhan EPS secara tahunan di 2022 sebesar 105% . Target price di 2023 sebesar 2400 – 2800 (berdasarkan PER dan PBV) dengan asumsi laba bersih di 2023 tumbuh sebesar 11% dan PE di angka 16.
Range harga ANTM secara teknikal sudah dibahas di Youtube berikut : https://youtu.be/1mAQv2bH3-Q
- DMAS (PT Puradelta Lestari, Tbk)
Pertumbuhan EPS secara tahunan di 2022 sebesar 70% . Target price di 2023 sebesar 198 – 208 (berdasarkan PER dan PBV) dengan asumsi laba bersih di 2023 tumbuh sebesar 10% dan PE di angka 7.5
Secara teknikal DMAS berada di range area support 164 dan resisten terdekat di 175.
- TMAS (PT Temas, Tbk)
Pertumbuhan EPS secara tahunan di 2022 sebesar 102% . Target price di 2023 sebesar 3050 – 3400 (berdasarkan PER dan PBV) dengan asumsi laba bersih di 2023 tumbuh sebesar 10% dan PE di angka 13
Secara teknikal TMAS berada di range area support 2720 dan resisten terdekat di 3400.
- MYOR (PT Mayora, Tbk)
Pertumbuhan EPS secara tahunan di 2022 sebesar 63% . Target price di 2023 sebesar 3050- 3350 (berdasarkan PER dan PBV) dengan asumsi laba bersih di 2023 tumbuh sebesar 10% dan PE di angka 32
Secara teknikal MYOR berada di range area
- AUTO (PT Astra Autoparts, Tbk)
Pertumbuhan EPS secara tahunan di 2022 sebesar 132% (update Q1 2023 AUTO secara TTM laba bersih naik 75%). Target price di 2023 sebesar 1400 – 2100 (berdasarkan PER dan PBV) dengan asumsi laba bersih di 2023 tumbuh sebesar 10% dan PE di angka 6.94
Secara teknikal saham AUTO sudah naik banyak karena pengumuman kinerja Q1 2023 yang membuat harganya naik 10% di tanggal 18 April 2023. Asumsi update Q1 maka laba bersih tumbuh 10% tahun ini sepertinya bakal dengan mudah terlampaui (meskipun masih ada 9 bulan sisa). Jika EPS tumbuh 20% maka target price naik menjadi di angka 2.292. Semua estimasi pertumbuhan laba bersih memang sengaja mengambil moderat agar selalu memiliki margin of safety.
Secara teknikal saham AUTO sudah masuk area overbought pada Stoch RSI namun karena “happening” kenaikan kemarin disertai dengan volume yang lumayan maka sepertinya masih ada yang bakal FOMO secara jangka pendek. Resisten terdekat ada di 2060 dan 2320. Support terdekat ada di angka 1760 dan 1585
- INDY (PT Indika Energy, Tbk)
Pertumbuhan EPS secara tahunan di 2022 sebesar 780% . Target price di 2023 sebesar 2800 – 3200 (berdasarkan PER dan PBV) dengan asumsi laba bersih di 2023 tumbuh sebesar 5% dan PE di angka 2
Secara teknikal resisten terdekat ada di 2980 dan 3130 , support ada di angka 2640
- INKP (PT Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk)
Pertumbuhan EPS secara tahunan di 2022 sebesar 77% . Target price di 2023 sebesar 12.200-13.400 (berdasarkan PER dan PBV) dengan asumsi laba bersih di 2023 tumbuh sebesar 10% dan PE di angka 5
Dividen yang rendah membuat INKP memang tidak terlalu menjadi favorit.
Secara teknikal INKP masih tergolong downtrend dan resisten terdekat di angka 7750 dan support di angka 7250
- BBNI (PT Bank Negara Indonesia, Tbk)
Pertumbuhan EPS secara tahunan di 2022 sebesar 68% (update Q1 2023 secara YoY TTM laba bersih tumbuh 57%) . Target price di 2023 sebesar 9.990 – 11.880 (berdasarkan PER dan PBV) dengan asumsi laba bersih di 2023 tumbuh sebesar 10% saja (sepertinya akan lebih besar dari ini pertumbuhan laba bersihnya) dan PE di angka 11
Secara teknikal BBNI resisten di 9700 dan support di 9000
- TAPG (PT Triputra Agro Persada, Tbk)
Pertumbuhan EPS secara tahunan di 2022 sebesar 157% . Target price di 2023 sebesar 788 – 887 (berdasarkan PER dan PBV) dengan asumsi laba bersih di 2023 tumbuh sebesar 5% dan PE di angka 5
Secara teknikal TAPG berada di range area support dan resisten 605 dan 690
- MAPA (PT Map Aktif Adiperkasa, Tbk)
Pertumbuhan EPS secara tahunan di 2022 sebesar 409% . Target price di 2023 sebesar 4580 – 5625 (berdasarkan PER dan PBV) dengan asumsi laba bersih di 2023 tumbuh sebesar 5% dan PE di angka 13
MAPA memang tidak selikuid induknya MAPI. Range area support di angka 4270 dan resisten di angka 4970.
- AMRTÂ (PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk)Â Â
Pertumbuhan EPS secara tahunan di 2022 sebesar 46% . Target price di 2023 sebesar 2770 – 3150 (berdasarkan PER dan PBV) dengan asumsi laba bersih di 2023 tumbuh sebesar 10% dan PE di angka 41,69 (memang bukan saham murah)
Secara teknikal saham AMRT berada di range area support dan teknikal di 2640 dan 2980
- BTPS (PT BTPN Syariah, Tbk)
Pertumbuhan EPS secara tahunan di 2022 sebesar 21,47% . Target price di 2023 sebesar 3326 – 3600 (berdasarkan PER dan PBV) dengan asumsi laba bersih di 2023 tumbuh sebesar 20% dan PE di angka 3
Secara teknikal saham BTPS berada di range area support dan teknikal di 2080 dan 2450
- BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk)
Pertumbuhan EPS secara tahunan di 2022 sebesar 67% . Target price di 2023 sebesar 5500-6700 (berdasarkan PER dan PBV) dengan asumsi laba bersih di 2023 tumbuh sebesar 12% dan PE di angka 17.82
Secara teknikal saham BBRI berada di range area support dan teknikal di 4900 dan 5100




