Monday, May 25, 2026
Google search engine
HomePengumuman EmitenPerjalanan Investor Asing di BBRI

Perjalanan Investor Asing di BBRI

Perjalanan kepemilikan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) oleh investor asing adalah cerita menarik yang mencerminkan dinamika pasar modal Indonesia. Menurut berita Bisnis Indonesia tahun 2014, saat pertama kali melantai di Bursa Efek Indonesia melalui IPO, BBRI masih didominasi oleh investor domestik. Namun, seperti yang sering terjadi, setelah IPO, banyak investor lokal tergiur dengan keuntungan cepat dan mulai menjual saham mereka ke investor asing. Akibatnya, pada tahun 2014, investor asing sudah menguasai 85% saham publik BBRI, menyisakan hanya 15% untuk investor domestik. Saat itu, BBRI menjadi salah satu saham paling diminati oleh badan usaha besar dan institusi keuangan global.

Namun, kepemilikan asing mulai menurun secara bertahap. Pada Agustus 2020, data menunjukkan bahwa investor asing memegang sekitar 33,53% saham BBRI. Penurunan ini terjadi di tengah masa pandemi Covid-19, ketika dunia mengalami ketidakpastian ekonomi yang sangat besar. Meski begitu, pemerintah Indonesia tetap menjadi pemegang saham pengendali utama dengan 56,75% saham, menjaga stabilitas BBRI di tengah tekanan global. Di sisi lain, investor asing yang tersisa, terutama badan usaha asing, tetap memegang porsi signifikan, sementara perorangan asing hanya menguasai 0,01% saham.

Setelah pandemi mulai mereda dan ekonomi Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan, minat investor asing terhadap saham BBRI kembali meningkat. Pada Februari 2024, kepemilikan asing tercatat naik menjadi 37,03%. Ini menunjukkan adanya kepercayaan yang lebih besar terhadap prospek BBRI dan sektor perbankan secara keseluruhan. Namun, kondisi ini tidak bertahan lama. Menjelang akhir tahun, pada Desember 2024, porsi kepemilikan asing kembali turun menjadi 31,04%. Penurunan ini mungkin disebabkan oleh aksi profit-taking atau perubahan sentimen global yang mendorong investor untuk mengalihkan dana mereka ke pasar lain.

Jika dilihat dari perjalanan ini, sejak tahun 2014 hingga 2024, investor asing tampaknya secara bertahap melepas kepemilikan saham BBRI, mengambil keuntungan saat valuasi saham meningkat. Meski demikian, BBRI tetap menjadi salah satu saham yang menarik, baik bagi investor lokal maupun asing. Dengan penurunan kepemilikan asing ini, investor domestik tampaknya mulai mengambil alih lebih banyak porsi saham di BBRI. Investor lokal merebut BBRI dari aseng sesuai pesan Jokowi.

Hikayat Aseng di BBRI

2014
Investor asing menguasai 85% saham publik BBRI.
Investor domestik hanya memegang 15% saham.
Dominasi asing terjadi karena banyak investor lokal menjual saham setelah IPO untuk mengambil keuntungan.

Agustus 2020
Kepemilikan asing turun menjadi 33,53% saham BBRI.
Komposisi
33,52% dikuasai oleh badan usaha asing.
0,01% dimiliki oleh perorangan asing.
Penurunan ini terjadi di tengah pandemi Covid-19 yang menciptakan ketidakpastian ekonomi global.
Pemerintah Indonesia tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan 56,75% saham.

Februari 2024
Kepemilikan asing meningkat menjadi 37,03% saham BBRI.
Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia dan sektor perbankan.

Desember 2024
Kepemilikan asing kembali menurun menjadi 31,04% saham BBRI.
Penurunan ini kemungkinan disebabkan oleh aksi profit-taking atau pergeseran investasi ke pasar lain.

Sejak 2014 hingga 2024, terlihat tren penurunan kepemilikan saham BBRI oleh investor asing.
Investor asing secara bertahap mengambil keuntungan sambil mengurangi eksposur terhadap saham ini.

Tren ini membuka peluang bagi investor domestik untuk meningkatkan porsi kepemilikan dan memperkuat stabilitas pasar modal Indonesia. Investor lokal merebut aset vital negara dari tangan aseng. Mungkin banyak investor ritel yang mau jadi komisaris BBRI.

Ingin mendapatkan insight eksklusif lainnya dari PintarSaham? Jangan lewatkan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan investasi Anda! Klik link berikut ini untuk bergabung dan mulai perjalanan finansial Anda https://bit.ly/NewsLetterPintarSaham

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Made Aditya on Saham vs Forex
A yani on Analisa Saham LPPF
Yudistira Indrasmaya Anugerah on 10 Kesalahan Pemula dalam Berinvestasi Saham
marpa on Saham vs Forex
Tyas Dwi Aprilniadi on Saham vs Forex
Asa Uswatun Khasanah on KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia)