Industri tekstil dan garmen di Indonesia sedang menghadapi banyak tantangan, seperti persaingan ketat dari produk impor, tekanan biaya produksi, dan fluktuasi pasar. Banyak perusahaan yang terpaksa menutup bisnisnya atau melakukan PHK. Namun, Trisula International (TRIS) berhasil bertahan bahkan terus berkembang. Dengan pengalaman lebih dari 50 tahun, Trisula mampu mengubah berbagai krisis menjadi peluang untuk terus maju.
Sebagai pionir di pasar domestik dan internasional, Trisula mengekspor mayoritas produknya ke berbagai negara besar. Di dalam negeri, merek seperti Bellini, Caterina, dan JOBB dikenal karena kualitas dan daya saing tinggi. Trisula juga berkolaborasi dengan merek global, baik di sektor olahraga maupun seragam formal, untuk menyediakan produk yang melambangkan identitas dan budaya perusahaan mitranya.
Untuk menghadapi tantangan industri, Trisula fokus pada inovasi, pengembangan teknologi, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Misalnya, saat pandemi Covid-19, Trisula memproduksi baju hazmat dan masker. Mereka juga mulai memenuhi permintaan pakaian berbahan kain daur ulang untuk mendukung keberlanjutan. Pelatihan karyawan secara rutin dilakukan untuk menjaga standar kualitas produk yang tinggi.
Transformasi digital menjadi salah satu kunci keberhasilan Trisula. Saat pandemi membatasi aktivitas, Trisula meluncurkan platform belanja online yukshopping.com untuk menjangkau pelanggan secara luas. Dengan langkah ini, Trisula tidak hanya mampu bertahan di tengah gempuran tantangan, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai perusahaan yang inovatif dan kompetitif di pasar global.




