Saturday, April 18, 2026
Google search engine
HomeAnalisis SahamSkydrugz Corner: Saham Pakaian dan Barang Mewah di Bursa

Skydrugz Corner: Saham Pakaian dan Barang Mewah di Bursa

Skydrugz Corner: Saham Pakaian dan Barang Mewah dengan Laba Terbesar di Bursa

Di postingan sebelumnya sudah dibahas mengenai beberapa topik seperti:

  • 1. Bank dengan laba terbesar di bursa https://cutt.ly/L00tIBm
  • 2. Bank dengan rugi terbesar di bursa https://cutt.ly/k00yczn
  • 3. Dasar – Dasar Analisis Sektor Perbankan
  • 4. Emiten Bank Dengan Dividend Yield Paling Besar
  • 5. Emiten dengan jumlah investor ritel paling sedikit di bursa
  • 6. Manajemen Alokasi Portofolio Saham
  • 7. Emiten yang bagi dividen yang sunyi investor dan belum diapresiasi market
  • 8. Teknik Melakukan Valuasi Saham
  • 9. Emiten yang konsisten bagi dividen
  • 10. Perusahaan Tambang Emas Terbesar di Dunia
  • 11. Jeritan Energi
  • 12. Emiten dengan cadangan kas besar dan Utang Mini https://cutt.ly/Y270DTQ
  • 13. Metode Tambang Emas https://cutt.ly/d9eDu4s
  • 14. Perusahaan Energi Dengan Laba Terbesar https://cutt.ly/N9eX5iw
  • 15. Perusahaan Properti Dengan Laba Terbesar https://cutt.ly/I9uaJeB
  • 16. Perusahaan Konstruksi Dengan Laba Terbesar https://cutt.ly/V3pbyhG

Pada postingan kali ini saya akan bahas emiten pakaian dan barang mewah dengan laba terbesar di bursa. Mungkin banyak investor yang tidak tahu emiten apa saja yang bisnisnya adalah jualan pakaian dan barang mewah di bursa.

Industri pakaian dan barang mewah adalah salah satu sektor yang secara valuasi paling murah di IHSG per Januari 2023. https://cutt.ly/x3pnfSW

Total ada 23 emiten pakaian dan barang mewah di bursa. Tapi sebenarnya hanya ada 22 perusahaan yang masuk kategori pakaian dan barang mewah. Ada satu perusahaan memiliki 2 saham yakni Century Textile Industry yang punya saham CNTX dan CNTB. Saya nanti exclude saja CNTB dari analisis.

List Saham Pakaian dan Barang Mewah

Laporan Keuangan (LK)

Dari 23 emiten tersebut saya exclude CNTB. Yang rajin rilis LK antara lain:

Mayoritas emiten pakaian dan barang mewah sudah rilis LK Q3 2022. Yang belum rilis LK Q3 2022 hanya 3 emiten yakni CNTX BIMA dan UNIT. Yang paling parah UNIT. LK terakhir UNIT adalah 30 Juni 2020 alias 3 tahun yang lalu. Ini sepertinya direkturnya sudah bosan cuan di bursa jadi tidak niat lagi bikin laporan keuangan.

Laba Terbesar

Emiten pakaian dan barang mewah dengan laba terbesar adalah INDR yang mencetak laba 871 milyar.

Kemudian ada POLY yang cetak laba 217 milyar dan HRTA laba 206 milyar serta PBRX laba 196 miliar.

Hanya 4 emiten ini di industri pakaian dan barang mewah yang cetak laba di atas 100 miliar. Yang lainnya laba di bawah 100 miliar. Total ada 13 emiten yang cetak laba.

Rugi terbesar adalah SRIL yang rugi 2,2 Triliun. Diikuti HDTX rugi 57 miliar dan SBAT rugi 38 miliar. Total ada 9 emiten rugi.

Kalau di akumulasi laba semua emiten di industri pakaian dan barang mewah maka hasil akhirnya adalah minus 688 miliar.

Tapi kalau exclude rugi SRIL maka sektor ini bisa cetak laba 1,5 Triliun.

Jadi efek rugi SRIL bikin sektor pakaian dan barang mewah kelihatan jelek labanya.

Fokus Pada Yang Cetak Laba Saja

Kalau kita hanya fokus pada emiten pakaian dan barang mewah yang cetak laba maka kita temukan 13 emiten. Jika diakumulasi yang laba saja maka total laba mereka adalah 1,765 Triliun. Laba Emiten Coal seperti ADRO PTBA INDY dalam satu kuartal saja sudah lebih gede dari gabungan laba 13 emiten di sektor pakaian dan barang mewah.

Meskipun pakaian adalah salah satu kebutuhan primer tapi nampaknya cuan di bisnis ini sangat kecil. Bisnis bank dan bisnis jualan coal lebih gede labanya.

Pertumbuhan Terbesar

Emiten pakaian dan barang mewah dengan pertumbuhan terbesar adalah TRIS dan POLY. Keduanya mengalami peningkatan laba di atas 500%.

Sedangkan yang labanya anjlok antara lain PBRX TFCO UNIT SSTM dan ESTI

Utang Terbesar

Emiten pakaian dan barang mewah dengan utang terbesar adalah SRIL, Utangnya 21 Triliun. Lalu ada POLY, utangnya 16 Triliun.

Yang utangnya di bawah 100 miliar hanya BATA TFCO POLU dan SSTM.

Cetak Laba dan Valuasi Murah

Definisi valuasi murah adalah PBV < 1 dan PER < 10.

Yang masuk kriteria hanya PBRX INDR dan HRTA. Ketiganya cetak laba, PBV < 1 dan PER < 5.

Tapi kalau kita bandingkan laba dan Utang dan kas mereka maka kita bisa lihat bahwa INDR memiliki balance sheet yang lebih baik karena rasio utang terhadap laba INDR di bawah 5. Itu artinya utang INDR bisa lunas dengan laba 5 tahun perusahaan.

Jadi meskipun HRTA INDR dan PBRX murah secara valuasi, namun kalau dari sisi balance sheet, INDR jauh lebih baik.

Disclaimer:

I am Not a Professional Financial Analyst and Advisor. Instrumen saham dan kripto adalah investasi yang beresiko tinggi. Resiko duit hilang 100% tetap ada. So be wise. Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing. .

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386

Untuk mengetahui Data Kepemilikan Saham di bawah 5% maka bisa daftar gratis di link ini 

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Made Aditya on Saham vs Forex
A yani on Analisa Saham LPPF
Yudistira Indrasmaya Anugerah on 10 Kesalahan Pemula dalam Berinvestasi Saham
marpa on Saham vs Forex
Tyas Dwi Aprilniadi on Saham vs Forex
Asa Uswatun Khasanah on KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia)