Siapa yang tidak tahu dengan bank swasta terbesar di Indonesia ini, yup Bank Central Asia atau Bank BCA. Jangan-jangan kamu juga nasabah BCA ni??
Perusahaan dengan kode saham BBCA ini menjadi perusahaan dengan market cap terbesar di IHSG saat ini di angka Rp1.069 triliun. Per tanggal 30 Januari 2023, harga saham BBCA menyentuh Rp8700 per lembar saham atau meningkat 1,5% sejak awal tahun 2023.
Gimana kinerja perusahaan BBCA secara keseluruhan ?
Berdasarkan laporan keuangan Q4 BBCA yang rilis pada tanggal 26 Januari 2023, tercatat bahwa pendapatan BBCA sepanjang tahun 2022 mencapai Rp88,8 triliun.

Nilai ini meningkat 10,6% dari pendapatan tahun sebelumnya di angka Rp80,3 triliun.
Dari sisi profitabilitas perusahaan juga masih mengagumkan dengan NPM yang tinggi.
Di tahun 2022 lalu, BBCA membukukan GPM sebesar 90,7%, OPM sebesar 56,8%, dan NPM sebesar 45,9%.

Kenaikan juga terjadi pada laba bersih BBCA yaitu 29,93% dibanding tahun 2021.
BBCA merupakan salah perusahaan yang rajin membagikan dividen, baik itu dividen interim maupun dividen final. Pada tahun 2022, BBCA membagikan dividen interim sebesar Rp35 per lembar saham dan dividen final sebesar Rp120 per lembar saham.
Gimana dengan prospeknya ke depan ?? kamu bisa cek analisanya di Youtube Pintar Saham dengan link berikut : Analisa Saham BBCA
Dilihat dari rasio PE dan PBV maka proyeksi harga wajar saham BBCA bisa di area berikut :

Berdasarkan PE maka dengan time frame 1 tahun ke depan target price bisa diangka 10.025
Sedangkan dilihat dari rasio PB harga wajar sahamnya menjadi

Harga wajarnya di area 9000. Nah kamu bisa menyesuaikan dengan time frame yang kamu punya. Saham BBCA juga pernah saya bahas sebagai saham untuk persiapan dana pensiun di video berikut :
Bisnis utama perbankan dua yang menurut saya kunci adalah bagaimana cara menjaga NIM dan NPL. NIM harus tinggi tapi NPL harus serendah mungkin. BCA berhasil menjalankannya dengan baik. Kamu bakal pilih BCA atau saham bank yang lain ??




