Saturday, April 18, 2026
Google search engine
HomeInsight PintarSaham.idSkydrugz Corner: Perusahaan  Batubara Yang Bisa Cetak Laba Meskipun Harga Coal Tinggal...

Skydrugz Corner: Perusahaan  Batubara Yang Bisa Cetak Laba Meskipun Harga Coal Tinggal 50 Dollar 

Skydrugz Corner: Perusahaan  Batubara Yang Bisa Cetak Laba Meskipun Harga Coal Tinggal 50 Dollar

Di postingan sebelumnya sudah dibahas mengenai beberapa topik seperti:

  • 1. Bank dengan laba terbesar di bursa https://cutt.ly/L00tIBm
  • 2. Bank dengan rugi terbesar di bursa https://cutt.ly/k00yczn
  • 3. Dasar – Dasar Analisis Sektor Perbankan
  • 4. Emiten Bank Dengan Dividend Yield Paling Besar
  • 5. Emiten dengan jumlah investor ritel paling sedikit di bursa
  • 6. Manajemen Alokasi Portofolio Saham
  • 7. Emiten yang bagi dividen yang sunyi investor dan belum diapresiasi market
  • 8. Teknik Melakukan Valuasi Saham
  • 9. Emiten yang konsisten bagi dividen
  • 10. Perusahaan Tambang Emas Terbesar di Dunia
  • 11. Jeritan Energi
  • 12. Emiten dengan cadangan kas besar dan Utang Mini https://cutt.ly/Y270DTQ
  • 13. Metode Tambang Emas https://cutt.ly/d9eDu4s
  • 14. Perusahaan Energi Dengan Laba Terbesar https://cutt.ly/N9eX5iw
  • 15. Perusahaan Properti Dengan Laba Terbesar https://cutt.ly/I9uaJeB

Pada postingan kali ini saya akan bahas emiten coal mana saja yang bisa cetak laba ketika harga coal 50 dollar.

Mengapa ini penting? Karena kita bisa tahu emiten batubara mana yang tahan banting meskipun nanti harga coal anjlok lagi.

Saya kepikiran membahas ini setelah ada beberapa member Pintar Nyangkut yang tanya kepada saya mengenai laba emiten coal di masa krisis.

Sebelumnya saya sudah bahas laba dan pergerakan saham ITMG dan INDY di masa keemasan dan kekelaman. https://cutt.ly/H94skoc

Jadi mari kita lihat kondisi Laba Emiten Batubara lain di masa krisis.

Kapan Masa Krisis Batubara?

Dalam 14 tahun terakhir, batubara mengalami 3x krisis yakni di 2009, 2015 dan 2020. Di 3 periode tersebut, coal anjlok hingga 50 dollar. Tapi kita bahas saja laba periode 2015 dan 2020 karena banyak emiten coal belum IPO di 2009.

Harga Batubara Coal
Sumber: Trading Economic

Lalu Emiten mana saja yang cetak laba di 2020 dan 2016?

Ada 36 saham coal yang saya cek datanya.

Hanya 32 emiten yang bisa cetak laba di kala coal >100 Dollar di 2022.

Pencetak laba terbesar adalah ADRO.

Dalam kondisi coal >100 dollar seperti ini ternyata masih ada emiten batubara yang merugi. Mereka yang merugi adalah:

Parah sih ini FIRE PKPK TRAM DEWA. Coal sudah meroket tapi mereka masih merugi.

Lalu Emiten Coal Mana Yang Konsisten Cetak Laba di 2020 dan 2015?

Yang laba 0 itu artinya unavailable datanya. Sebagai contoh ADMR dan MCOL itu kan baru IPO sehingga data laba 2015 tidak ada.

Jadi kita cek saja emiten coal yang bisa cetak laba konsisten baik ketika coal meroket dan ketika coal anjlok.

Hanya ada 9 emiten batubara yang bisa melakukannya yakni:

Yang PBV < 1 antara lain:

Saham PINTARSAHAM.ID Harga PBV
ITMA 700 0.23
TOBA 600 0.93
ADRO 2760 1
ITMG 34275 1.3
PTBA 3330 1.47
MYOH 1535 1.54
MBAP 6625 2.29
BSSR 3970 2.48
GEMS 6600 5.74

Sayangnya ITMA dan TOBA tidak bagi dividen. Jadi tersisa ADRO ITMG PTBA yang PBV-nya kurang dari 1,5.

9 emiten ini sudah terbukti bisa melewati krisis Coal 50 Dollar tanpa mengalami rugi. Jadi bisa dikatakan kalau 9 emiten ini strong.

Laba Terbesar 2020

Jika di 2022 pencetak laba terbesar adalah ADRO, maka ketika krisis coal 2020, pencetak laba terbesar adalah BYAN dan peringkat 2 adalah PTBA

Sayangnya di 2015 BYAN malah merugi. Jadi BYAN belum 100% teruji di segala krisis.

Laba Terbesar di 2015

Sedangkan di 2015, laba terbesar adalah ADRO dan lagi – lagi peringkat kedua adalah PTBA. Jadi dapat disimpulkan bahwa PTBA ini selalu menjadi emiten yang konsisten cetak laba dua besar meskipun krisis.

Pilih Mana?

Ada 9 emiten coal anti krisis yakni PTBA, ADRO, ITMG, BSSR, MBAP, MYOH, ITMA, TOBA dan GEMS. Mereka konsisten cetak laba di segala kondisi meskipun Coal 50 Dollar. Tapi kalau harus memilih yang memiliki dividend konsisten dan valuasinya murah maka ada 3 pilihan yang masuk akal yakni ADRO PTBA ITMG.

Ketiga saham ini akan lebih menarik jika bisa dibeli di PBV < 1. Apalagi sampai PBV < 1,5.

Disclaimer:

I am Not a Professional Financial Analyst and Advisor. Instrumen saham dan kripto adalah investasi yang beresiko tinggi. Resiko duit hilang 100% tetap ada. So be wise. Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing. .

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386

Untuk mengetahui Data Kepemilikan Saham di bawah 5% maka bisa daftar gratis di link ini 

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Made Aditya on Saham vs Forex
A yani on Analisa Saham LPPF
Yudistira Indrasmaya Anugerah on 10 Kesalahan Pemula dalam Berinvestasi Saham
marpa on Saham vs Forex
Tyas Dwi Aprilniadi on Saham vs Forex
Asa Uswatun Khasanah on KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia)