Tuesday, September 22, 2026
Google search engine
HomePengumuman EmitenPGAS Melakukan Buyback Surat Utang Senilai 400 Juta USD

PGAS Melakukan Buyback Surat Utang Senilai 400 Juta USD

Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) merupakan BUMN yang bergerak di bidang hilir gas bumi yang melakukan kegiatan usaha di bidang pengangkutan dan niaga gas bumi. Perusahaan Gas Negara membeli gas bumi dari berbagai produsen gas bumi yang nantinya dijual ke berbagai segmen pengguna akhir gas bumi yaitu untuk penggunaan sehari-hari.

Baru-baru ini perseroan memberikan paparan kepada Bursa Efek Indonesia bahwa mereka akan melakukan pembelian kembali surat utang yang telah diterbitkan pada 16 Mei 2014 lalu senilai 400 Juta USD.

Pembelian kembali surat utang ini sudah berlangsung sejak masa penawaran tender yang telah dimulai pada 28 November 2022 dan akan berakhir hingga pukul 23.59 waktu New York, di tanggal 23 Desember 2022 mendatang.

Baca Juga: Kesalahan Investasi yang Dihindari Oleh Ultra High Net Worth Individual

Pada tanggal 14 Desember 2022, perseroan telah menyelesaikan buyback lebih cepat atas surat utang yang ditenderkan dan diterima secara sah sampai dengan tanggal 9 Desember 2022 pukul 17.00 waktu New York.

Adapun jumlah agregat sebesar US$ 400 juta dengan harga pembelian sebesar 1.005,5 USD untuk setiap 1.000 USD atas jumlah pokok Surat utang.

Dengan dilaksanakannya buyback ini, membuat nilai surat utang yang masih beredar menjadi sebesar 950 Juta USD dan akan jatuh tempo di bulan Mei 2024 mendatang. Perseroan juga menjelaskan bahwa proses buyback surat utang ini tidak berdampak terhadap likuiditas perseroan.

 

Sumber: idx

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Made Aditya on Saham vs Forex
A yani on Analisa Saham LPPF
Yudistira Indrasmaya Anugerah on 10 Kesalahan Pemula dalam Berinvestasi Saham
marpa on Saham vs Forex
Tyas Dwi Aprilniadi on Saham vs Forex
Asa Uswatun Khasanah on KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia)