Pengertian Harga Teoritis Saham
Apa itu harga teoritis saham? Perusahaan yang baru saja melakukan Right Issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) biasanya akan mengalami pembentukan harga saham baru yang disebut dengan istilah Harga Teoritis.
Sekarang kamu pasti bertanya-tanya mengenai bagaimana harga teoritis ini bisa timbul? Hal tersebut didasari dengan penyesuaian posisi setelah penerbitan beberapa saham baru sesuai dengan harga pelaksanaan yang sudah ditentukan sebelumnya.
Sehingga apabila tiba-tiba terjadi penurunan harga saham, maka itu bukan karena terjadi penjualan saham saja melainkan akibat dari penyesuaian karena penambahan saham baru yang muncul dengan harga pelaksanaan di bawah harga pasar.
Baca Juga: Bursa Efek Indonesia Umumkan Harga Teoretis GIAA
Harga teoritis akan turun sangat jauh apabila emiten melakukan Right Issue atau HMETD dalam jumlah yang besar dengan harga yang sangat jauh di bawah harga pasar.
Harga teoritis yang baru ditetapkan pada saat perdagangan awal dimulai di pasar reguler setelah melakukan penerbitan saham baru dengan menggunakan harga closing cum date. Cum date merupakan periode dimana investor masih mendapatkan hak atas aksi korporasi yang dilaksanakan oleh setiap emiten.
Cara Menghitung Harga Teoritis Saham
Untuk dapat menghitung harga teoritis saham dari suatu emiten, kamu bisa menggunakan formula berikut ini:
harga teoritis = (rasio saham lama x harga pasar pada saat cum date) + (rasio saham baru x harga pelaksanaan) / (rasio saham lama + rasio saham baru)
Itulah dia pengertian harga teoritis saham dan bagaimana cara menghitungnya. Dengan begitu sekarang kamu sudah bisa memprediksi harga teoritis dengan cara memperkirakan harga penutupan hingga cum date tiba. Hal tersebut sangat penting untuk mengantisipasi fluktuasi harga saham setelah Right Issue.
Sumber: investopedia, emtrade




