Sunday, April 19, 2026
Google search engine
HomeInsightApakah Tobacom Del Mandiri Adalah Milik TOBA?

Apakah Tobacom Del Mandiri Adalah Milik TOBA?

Apakah Tobacom Del Mandiri Adalah Milik TOBA?

Baru – baru ini heboh berita terkait tambang emas blok Wabu. Katanya blok Wabu bukannya dikuasai ANTM malah dikuasai oleh Tobacom Del Mandiri. Saya sendiri tidak tahu apakah klaim itu benar atau salah. Biarlah itu jadi ranah pembahasan Kementerian ESDM. Yang menurut saya menarik adalah katanya Tobacom adalah anak usaha dari TOBA. Apakah benar Tobacom Del Mandiri anak usaha TBS? Mari kita cek laporan keuangan TBS Energy.

Tobacom Del Mandiri TOBA

Kalau melihat laporan keuangan TOBA atau PT TBS Energy Tbk atau dulunya Toba Bara Sejahtera, maka kita tidak akan menemukan Tobacom Del Mandiri.

Di LK TBS, hanya ada 12 anak usaha dan tak ada satupun yang bergerak di bidang tambang emas.

Anak Usaha Toba pada umumnya bergerak di bidang listrik, sawit dan Batubara. Adapun beberapa anak usaha TBS Energy antara lain PT Adimitra Baratama Nusantara, PT Indomining, dan PT Trisensa Mineral Utama (segmen coal atau batubara) lalu mereka juga punya anak perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan yakni PT Perkebunan Kaltim Utama I, dan di bidang kelistrikan PT Gorontalo Listrik Perdana, dan PT Minahasa Cahaya Lestari. Saya tidak menemukan nama anak usaha Tobacom Del Mandiri di laporan keuangan TOBA.

Sebelumnya Pak Luhut mempunyai 99,9% saham Grup PT Toba Sejahtra. Sekarang cuma tinggal 9,9%. Toba Sejahtra melepas 61,79% kepemilikan saham emiten bersandi TOBA tersebut kepada Highland Strategic Holding asal Singapura.

Per 31 Oktober 2016, Toba Sejahtra menggenggam kepemilikan 71,78% saham dalam TOBA. Rinciannya, Toba Sejahtra menggenggam 1,44 miliar lembar saham, yang artinya Luhut melepas 1,24 miliar lembar saham TOBA.

Susunan kepemilikan saham pasca-transaksi terdiri dari Highland Strategic Holding (61,79%), Bintang Bara B.V. (10%), PT Toba Sejahtra (9,99%), PT Bara Makmur Abadi (6,25%), PT Sinergi Sukses Utama (5,1%), Roby Budi Prakoso (3,64%), Davit Togar Pandjaitan (0,75%), dan publik (2,47%).

Namun kepemilikan saham TBS Energy Juli 2021 sekarang belum banyak berubah jika dibandingkan dengan kepemilikan sebelumnya.

Kepemilikan TOBA

Jadi kalau menggunakan data laporan keuangan TOBA Q2 2021, maka dapat disimpulkan bahwa Tobacom Del Mandiri bukanlah milik TBS Energy.

Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386

Untuk konsultasi perencanaan keuangan atau Financial Planning dari Certified Financial Planner Tim Pintarsaham.id bisa juga melakukan reservasi via Whatsapp +62 831-1918-1386

Jika ingin membuat rekening sekuritas bisa chat via whatsapp nomor 083119181386

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Made Aditya on Saham vs Forex
A yani on Analisa Saham LPPF
Yudistira Indrasmaya Anugerah on 10 Kesalahan Pemula dalam Berinvestasi Saham
marpa on Saham vs Forex
Tyas Dwi Aprilniadi on Saham vs Forex
Asa Uswatun Khasanah on KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia)