Garuda Maintenance Facility (GMFI) mendapatkan tambahan fasilitas kredit sebesar USD53,85 juta, setara Rp836,21 miliar, dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dengan tambahan ini, total plafon kredit modal kerja yang diterima GMFI naik menjadi USD144,35 juta atau sekitar Rp2,24 triliun. Sebelumnya, GMFI sudah menerima pinjaman sebesar USD90,50 juta atau Rp1,4 triliun dari BRI.
Fasilitas kredit baru ini terdiri dari tiga bagian: pertama, kredit sebesar USD36,5 juta dengan durasi hingga 31 Desember 2035. Kedua, fasilitas sebesar USD47,16 juta dengan jatuh tempo yang sama, dan terakhir, pinjaman senilai USD60,68 juta juga dengan durasi hingga 2035. Ketiga fasilitas tersebut diberikan dengan bunga minimal 3 persen per tahun, sesuai standar bunga bank Himbara lainnya.
Pinjaman ini dijamin dengan aset tetap milik GMFI, seperti peralatan dan perlengkapan bengkel, peralatan kantor, serta komputer. Selain itu, agunan ini bersifat cross collateral, yang berarti digunakan sebagai jaminan bersama dengan fasilitas kredit dari kreditur lain yang memiliki hak yang setara.
Dana tersebut diharapkan mampu membantu GMFI mengembangkan operasionalnya, termasuk memenuhi kebutuhan modal kerja untuk mendukung bisnis hingga jangka panjang. Semua pinjaman akan jatuh tempo pada 31 Desember 2035, memberikan waktu yang cukup bagi GMFI untuk memaksimalkan pemanfaatan kredit ini.




