Saturday, June 6, 2026
Google search engine
HomePengumuman EmitenInflasi dan Rupiah Melemah: Tantangan Utama Pasar Saham Indonesia

Inflasi dan Rupiah Melemah: Tantangan Utama Pasar Saham Indonesia

Indeks utama Wall Street mencatat pergerakan beragam. Dow Jones melemah, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite mencatat rekor tertinggi berkat penguatan saham teknologi. Data manufaktur AS untuk November membaik ke 48,4, di atas perkiraan 47,5, meski masih berada di zona kontraksi. Sementara itu, harga minyak mentah stabil karena optimisme meningkatnya aktivitas manufaktur di Tiongkok. Namun, harga emas melemah akibat penguatan dolar AS dan spekulasi bahwa The Fed tidak akan menurunkan suku bunga pada Desember.

Sentimen Negatif Masih Bayangi IHSG
Waterfront Sekuritas Indonesia menilai pasar saham Indonesia masih menghadapi tekanan dari inflasi inti yang tinggi dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Kondisi ini membuat kemungkinan Bank Indonesia menurunkan BI Rate pada pertemuan 18 Desember semakin kecil.

IHSG Terkoreksi, Sektor Energi Menguat
Pada Senin, 2 Desember 2024, IHSG turun 0,95% ke level 7.046. Sektor konsumen siklikal mencatat penurunan terbesar, sedangkan sektor energi menjadi yang paling menguat. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,28 triliun, termasuk transaksi di pasar non-reguler.

Perkiraan Pergerakan IHSG Hari Ini
Waterfront Sekuritas memprediksi IHSG hari ini akan bergerak dalam kisaran support di level 7.020–6.966 dan resistance di level 7.080–7.100. Saham yang direkomendasikan untuk diperhatikan antara lain UNTR, ADRO, ADMR, TAPG, EMTK, BREN, AMMN, CPIN, dan JPFA.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Made Aditya on Saham vs Forex
A yani on Analisa Saham LPPF
Yudistira Indrasmaya Anugerah on 10 Kesalahan Pemula dalam Berinvestasi Saham
marpa on Saham vs Forex
Tyas Dwi Aprilniadi on Saham vs Forex
Asa Uswatun Khasanah on KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia)