Analisis UNTR
Emiten peralatan berat PT United Tractors Tbk (UNTR) memiliki kinerja yang memuaskan di tahun 2022.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2022, anak perusahaan Grup Astra ini membukukan laba bersih sebesar Rp22, 9 triliun.
Laba ini meningkat 116,75% dari Rp10,60 triliun di tahun 2021 yang lalu.
Grafik harga saham UNTR

Harga saham UNTR pernah mencapai level tertingginya di area Rp39.000-an pada awal tahun 2018.
Di sepanjang tahun 2022, harga saham UNTR naik 19,06%.Â
Bagaimana dengan tahun 2023? apakah ada peluang menarik dari saham UNTR?
Profil Perusahaan
PT United Tractors Tbk (UNTR) merupakan distributor peralatan berat di Indonesia.
Perusahaan ini menyediakan berbagai produk dari brand ternama dunia, seperti UD Trucks, Scania, Bomag, Komatsu, dan Tadano.
UNTR merupakan anak perusahaan dari grup Astra International (ASII) yang bergerak di empat bidang usaha lainnya, yaitu kontraktor penambangan, pertambangan (batu bara dan emas), bidang konstruksi sipil (disebut industri konstruksi), dan energi.
Berdiri sejak 13 Oktober 1972, UNTR saat ini memiliki lebih dari 100 titik layanan di seluruh Indonesia.
Perusahaan ini melakukan IPO di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada 19 September 1989 atau sudah lebih dari 30 tahun yang lalu.Â

Per akhir Januari 2023, saham UNTR mayoritas dipegang oleh PT Astra International Tbk selaku pengendali sebesar 67,7%.
30,2%nya dimiliki oleh publik (kepemilikan di bawah 5%) dan 2,1% berupa saham treasury.

Berdasarkan kategori asal SID investornya untuk saham scriptless yang diperdagangkan di BEI (data diambil dari website KSEI)
Persentase kepemilikan investor asing sebanyak 64,34%, investor lokal (domestik) 35,66%.Â

Jika dilihat lebih detail lagi dari kategori investornya
Sebagian besar investor asing yang memegang saham UNTR merupakan perusahaan reksa dana, diikuti pension fund (dana pensiun).
Analisis Fundamental

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2022, UNTR membukukan pendapatan sebesar Rp123,60 triliun.
Pendapatan ini meningkat 55,56% dibandingkan tahun lalu.

Peningkatan pendapatan ini juga diikuti oleh peningkatan beban pokok penjualan namun UNTR berhasil melakukan efisiensi sehingga GPM yang di tahun 2021 sebesar % menjadi % di tahun 2022.Â

Setelah dikurangi berbagai beban yang dapat diefisienkan, UNTR mencatatkan laba bersih sebesar Rp22,99 triliun. Laba bersih perusahaan telah melesat naik 116,75% dari Rp10,60 triliun di tahun sebelumnya.
Bagaimana estimasi laba dan harga wajar saham UNTR? Dilihat dari sisi PER terlihat agak wow memang karena dengan historikal PE 5 tahun di area 9-10 maka harga saham UNTR bisa diangka 70k tapi itu tidak masuk akal.
Estimasi laba bersih UNTR akan turun di tahun depan maka dengan PE = 6 dan EPS turun 15% dibandingkan tahun 2022 maka harga wajar UNTR di angka 28.700
Prospek kinerja UNTR di tahun 2023 menurut para analis?

Jika kita melihat konsensus para analis melalui Simply Wall St, diketahui bahwa para analis memproyeksikan pendapatan perusahaan di akhir tahun 2023 mencapai Rp111,13 triliun atau berpotensi turun -10,09% dan laba bersih mencapai Rp16,81 triliun atau menyusut -26,87% dibandingkan tahun 2022.
(note: estimasi ini sebelum mempertimbangkan kinerja Q4 perusahaan, sehingga kemungkinan akan ada penyesuaian jika data sudah update)

Tidak jauh berbeda, data analis di Stockbit memproyeksikan pendapatan perusahaan di akhir tahun 2023 mencapai Rp112,47 triliun atau berpotensi turun -9,01% dan laba bersih mencapai Rp16,93 triliun atau menyusut -26,34% dibandingkan tahun 2022.
(note: estimasi ini sebelum mempertimbangkan kinerja Q4 perusahaan, sehingga kemungkinan akan ada penyesuaian jika data sudah update)
Jadi kesimpulannya saham UNTR jika kamu baru akan mulai membeli jawabannya belum direkomendasikan kecuali sudah bersiap dengan kemungkinan akan nyangkut tapi rewardnya adalah dividen yang lumayan tinggi banget yieldnya (if usulan yang disampapikan pada akhir bulan Februari kemarin emang beneran terealisasi)
Tapi bagi kamu yang sudah setia dengan UNTR sejak awal maka selamat, dividen yield besar yang sepertinya baru akan terulang lagi di siklus booming batubara berikutnya.




