Sunday, April 19, 2026
Google search engine
HomeBelajar SahamKonsep Circle of Competence dari Warren Buffet

Konsep Circle of Competence dari Warren Buffet

Circle of Competence merupakan salah satu konsep yang dimiliki oleh seorang Warren Buffet. Warren Buffet terkenal tidak hanya karena jago dalam berinvestasi saham tetap juga karena memiliki konsep hidup yang sederhana.

[bctt tweet=”Konsep ini secara sederhana menganjurkan untuk investor hanya fokus pada area yang ia pahami saja” via=”no”]. Seorang investor tidak perlu menjadi expert atau ahli pada semua jenis sektor perusahaan.

Anda cukup mampu mengevaluasi perusahaan di dalam area circle of competence saja. Ukuran dari lingkaran itu sendiri tidaklah penting, mengetahui batasannya justru merupakan hal yang vital.

Konsep yang sangat sederhana, tentunya tiap-tiap orang entah itu melalui pengalaman atau belajar, akan memiliki beberapa pengetahuan pada beberapa area tertentu. Misalnya sektor perbankan, apabila kita sangat paham karena bekerja di industri tersebut, dan beberapa area lain memerlukan spesialisasi seperti pertambangan minyak bumi atau pemahaman tentang nuklir misalnya.

Contoh sederhananya, sebagian besar orang paham tentang apa itu bisnis. Kegiatan dari berbisnis yaitu sewa atau membeli tempat, menghabiskan uang untuk bahan baku dan mengubahnya menjadi produk berupa barang atau jasa yang dijual lebih besar dibandingkan Harga Pokok Produksi atau Cost of Good Sold, merekrut karyawan untuk melayani, menyajikan, memasarkan dan sebagainya.

Ditambah pengetahuan tentang akuntansi dalam menghitung anggaran, pengetahuan pemasaran dalam memasarkan, pengetahuan operasional dalam hal teknis bisnis tersebut dan lainnya. Namun akan berbeda apabila industri tersebut adalah industri pembangkit listrik tenaga nuklir misalnya yang sangat diperlukan keahlian khusus dalam menjalaninya begitu juga dengan industri rumah sakit dimana minimal haruslah dimiliki pengetahuan tentang kesehatan.

[bctt tweet=”Buffet menyarankan bahwa seorang investor tidak perlu memahami semua area dalam melakukan investasi di saham.” username=””] Yang jauh lebih penting adalah mendefinisikan apa yang kita tahu dan tetap stick pada area tersebut.

Warren Buffet
Warren Buffet

Circlenya dapat diperlebar namun cukup secara perlahan dan pada rentang waktu yang meyakinkan. Buffet mencontohkan konsep ini pada salah satu manager di bisnis yang ia punya, seorang imigran dari Rusia dengan kemampuan bahasa Inggris yang tidak terlalu bagus yang membangun toko furniture terbesar di Nebraska. Berikut kutipan Warren Buffet :

“Saya tidak bisa begitu saja memberinya $ 200 Juta saham Berskhire Hathaway saat saya membeli bisnisnya karena ia tidak memahami saham. Yang ia tahu hanya uang cash. Ia paham furniture dengan baik. Ia paham real estate. Ia tidak mengerti apa itu saham, sehingga ia tidak terlalu peduli apa yang bisa dilakukan dengan hal itu.

Jika anda membuat deal dengan Ny.B di bidang yang saya sebut dengan circle of competence nya…ia akan membeli 5000 meja sore ini (jika harganya tepat). Ia akan membeli 20 jenis karpet yang berbeda dalam jumlah yang berbeda dan hal lainnya secepat kita menjentikkan jari karena ia paham tentang karpet. Ia tidak akan membeli 100 lembar saham General Motor di harga 50 sen (sangat murah) karena ia tidak paham.

Hal ini tidak membuat Ny B menjadi miskin karena sempitnya circle of competence nya. Faktanya, fokus dan loyalitasnya pada satu bidang yang membuatnya berhasil menjadi orang sukses seperti saat ini. “

Tambahan lainnya dari Charlie Munger (partner bisnis Warren Buffet yang merupakan orang yang sangat ia percayai dalam investasi saham) menyatakan bahwa fokus dalam area kompetensi yang kita miliki akan memberikan hasil yang brilliant. Anda harus memahami dimana area keunggulan anda.

Jika anda ingin meningkatkan peluang untuk menjadi sukses dalam kehidupan dan bisnis maka definisikan batasan dari circle of competence anda, dan jalankan dengan baik.

Secara berkelanjutan ketika ingin mengembangkan pengetahuan yang lebih banyak namun jangan takut untuk mengatakan “saya tidak tahu”.

Kaitannya sendiri dengan berinvestasi di saham adalah seringkali seseorang mencoba memilih semua saham hingga “mengkoleksi” 15 – 20 saham dengan alasan semuanya “bagus” dan ikut-ikutan rekomendasi suatu analis atau forum tanpa memahami apa sebenarnya yang dihasilkan oleh perusahaan emiten tersebut untuk menghasilkan profit.

Pasar modal Indonesia sendiri memiliki banyak jenis sektor perusahaan. Mulailah berinvestasi di saham yang industri perusahaannya anda pahami dengan baik, misalnya apabila anda bekerja di bank maka pilihlah saham di sektor perbankan yang terbaik menurut anda, jika anda juga paham tentang properti pilihlah juga dari sana.

Asalkan perhatikan juga momentumnya. Ada beberapa sektor yang memang bersifat siklus.

Sekali lagi pilihan investasi di saham akan menghasilkan keuntungan yang paling tinggi dibandingkan dengan jenis investasi lainnya dan sudah ada orang terkaya di dunia karena saham, namun semua pilihan ada di tangan anda sendiri jadi tetap kuatkan Circle of Competence anda dan selalu lakukan Do Your Own Research sebelum memutuskan membeli atau menjual suatu saham.

Berikut kutipan dari berbagai investor saham terkenal tentang pentingnya circle of competence ini

“Adalah sangat masuk akal apabila anda membatasi investasi anda pada situasi yang anda sangat kuasai dan percaya diri, karena hanya pada situasi tersebut tingkat sukses anda akan sangat tinggi” Joel Greenblatt

“Permainan dari investasi adalah membuat prediksi yang lebih baik tentang masa depan dibandingkan orang lain. Bagaimana anda melakukannya? salah satunya adalah membatasi pada area kompetensi anda. Jika anda berusaha memprediksi masa depan dari segala hal, anda berusaha terlalu banyak” Charles Munger

“Memahami dimana area circle of competence anda, memahami perusahaan yang anda tahu betul bagaimana mereka menghasilkan laba, adalah sangat fundamental “ Lou Simpson

“Circle of competence secara mendasar adalah apakah kita meahami bisnis itu dengan baik. Terdapat beberapa pertanyaan untuk mengetahuinya; apakah kita tahu orang yang tepat di industri tersebut? seberapa baik kita memahami produk dan proses pengambilan keputusan? apakah terdapat hal-hal yang tidak dapat dianalisis yang dapat memberikan dampak besar” James Chrichton

“Keindahan dari pasar saham adalah memberikan kebebasan untuk investor menghindari sektor atau bisnis yang diluar area pemahamannya” Mohnish Pabrai

“Penting juga untuk tidak merasa puas dengan segalanya, termasuk dengan area circle of competence anda. Salah satu hal yang dapat dilakukan dengan circe of competence adalah apakah anda dapat mengembangkannya lebih banyak, karena dunia selalu berubah” Thomas Gayner.

“Saya tidak jenius. Saya cerdas dalam suatu bidang- dan saya tetap berada di bidang tersebut “ Tom Watson, pendiri IBM

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Made Aditya on Saham vs Forex
A yani on Analisa Saham LPPF
Yudistira Indrasmaya Anugerah on 10 Kesalahan Pemula dalam Berinvestasi Saham
marpa on Saham vs Forex
Tyas Dwi Aprilniadi on Saham vs Forex
Asa Uswatun Khasanah on KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia)